Indahnya Pesantren

Pada bulan suci Ramadhan kita diwajibkan oleh Allah untuk melaksanakan puasa berdasarkan firman-Nya Surat Al-Baqarah ayat 183, selain itu juga dalam firman-Nya Surat Al-Baqarah ayat 185 : “ Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya di bulan Ramadhan ), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”.

Sesuai dengan namanya, puasa Ramadhan dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan, sejak hari pertama hingga hari terakhir. Awal Ramadhan diketahui dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban 30 hari atau dengan melihat (ru’yah) anak bulan (hilal) Ramadhan itu sendiri. Nabi bersabda : “Berpuasalah kamu karena melihat bulan. Jika pandangan kamu dihalangi oleh kabut, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban tigapuluh hari”.

Hadis ini jelas menyatakan bahwa seorang muslim secara langsung melihat bulan wajib baginya berpuasa. Mereka yang tidak melihatnya sendiri, juga diwajibkan berpuasa berdasarkan adanya kesaksian bahwa bulan benar-benar telah terlihat.

Kewajiban puasa pada bulan Ramadhan ini dibebankan kepada orang yang telah memenuhi syarat, yaitu : Islam, Balig, Berakal, Suci ( dari haid dan nifas),  muqim  dan mampu melakukannya.

Saudaraku, ulama-ulama kita terdahulu berpendapat bahwa puasa ada tiga tingkatan. Pertama : Puasanya orang-orang awam (shaum al-‘awam), yaitu menahan diri dari rasa lapar dan dahaga serta menahan diri dari melakukan hubungan suami isteri pada siang hari. Kedua : Puasa khusus orang-orang yang saleh (shaum al-khawas) yaitu berpuasa dengan cara menjaga seluruh anggota badan dari berbagai dosa dan maksiat, hal itu dapat kita lakukan dengan lima amalan sebagai berikut :

  1. Menjaga penglihatan dari segala hal yang diharamkan dan hal-hal yang menjadikan kita hina di sisi Allah swt.
  2. Menjaga lidah (ucapan) dari berbohong, ghibah (menceritakan orang lain) mengadu domba dan sumpah serapah serta ucapan yang tidak bermanfaat lainnya.
  3. Menjaga pendengaran dari hal-hal yang dibenci oleh kita dan oleh Allah swt.
  4. Menjaga seluruh anggota badan dari kemaksiatan dan menjaga perut dari makanan yang syubhat khususnya saat kita berbuka puasa.
  5. Tidak berlebihan dalam makan dan minum saat berbuka puasa.

Ketiga : Puasa istimewa (shaum al-khawas al-khawas) yaitu puasanya para Nabi dan orang-orang yang jujur (as-shiddiqin), mereka berpuasa dengan menjaga hati dari segala keinginan dan pemikiran duniawi, mereka hanya menyerahkan diri kepada Allah swt. secara totalitas. Dalam tingkatan ini konsekwensinya adalah bila kita berpuasa lalu terdetik atau terlintas dalam fikiran kita tentang sesuatu selain Allah, maka puasa kita dianggap batal.

Mari kita renungkan sejenak tiga cara berpuasa di atas, bila kita ingin berpuasa secara ikhlas dan khusyu, maka paling tidak kita melaksanakan puasa dengan cara tingkatan yang kedua dan lebih dari itu kalau kita mampu kenapa tidak kita laksanakan berpuasa pada tata cara Nabi dan para As-siddiqin.

Ingatlah bahwa puasa merupakan ibadah yang tidak bisa terdeteksi oleh siapapun kecuali orang yang berpusa dan Allah swt.  Puasa adalah ikatan ibadah khusus antara seorang hamba dengan Tuhannya, sehingga kita melakukannya mesti dengan penuh keikhlasan, kekhususan serta taat kepada Allah swt. Bila demikian niscaya Allah swt akan memuliakan kita di dunia, terhindar dari malapetaka dunia, ujian, cobaan dan berbagai kesulitan duniawi serta di akhirat kelak allah swt. akan melimpahkan rahmatnya kepada kita secara langsung tanpa perantara, inilah kesimpulan penulis yang disinyalir dari hadis Qudsi yang berbunyi : “ Segala perbuatan manusia adalah baginya kecuali shaum (puasa) sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku (Allah) akan memberikan balasannya “. Selamat berpuasa ! Kebenaran hanya dari Allah swt.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar anda . . . . . !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s