Nasehat Ibu Jangan Pernah di Ragu

Semua orang tua ingin anaknya bahagia begitu juga dengan ibu kita semua. Namun tidak sedikit para remaja yang menyepelekannya. Sungguh kasihan mereka anak anak yang demikian itu.

Berawal dari sebuah kebiasaan diamana setiap saya keluar selalu pamit dan memohon ijin kepada ibunda termasuk ayahanda.Disuatu malam yang bertepatan dengan malam pergantian bulan Ramadhan Dengan 1 Syawal 1433 H saya memohon ijin kepada orang tua untuk berangkat ke Pesantren tempat saya menuntut ilmu agama dan tinggal selama saya menempuh studi S1 Akuntansi yang jaraknya tidak dekat, niat saya ke Pesantren karena ingin lebaran hari pertama disana dan ingin membeli baju lebaran disalah satu mall yang ada dipusat kota, karena tempat tersebut terletask dipusat kota yang berkisar 60 km lebih dari kediaman saya didesa saya memutusan untuk berangkat lebih awal.

Dengan ikhlas dan nada rendah hati ibunda memberikan pesan kepada saya untuk selalu berhati-hati dijalan, seperti halnya setiap pesan yang beliau sampaikan setiap saya pamit untuk keluar, tapi kali ini berbeda dengan biasanya, beliau lebih kwatir karena jelas kemungkinan jalan-jalan akan dipadati transportasi terutama sepeda motor yang sedang asyik menikmati malam Takbiran.

Bersambung ……………………!!!

Iklan

3 thoughts on “Nasehat Ibu Jangan Pernah di Ragu

Tinggalkan komentar anda . . . . . !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s