SIstem Informasi Akuntansi (SIA) “PENGERTIAN SISTEM”

PENGERTIAN SISTEM

     Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahap yaitu input, proses, dan output. Sedangkan subsistem adalah bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (sistem). Sesuatu dapat disebut sistem apabila memenuhi dua syarat yaitu yang pertama memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi dengan maksuk untuk mencapai tujuan tertentu, bagian-bagian itu disebut subsistem atau prosedur. Syarat yang kedua adalah bahwa suatu sistem memiliki tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

     Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.

     Seorang akuntan pada umumnya adalah system man, atau seorang ahli penyusun sistem. Ada tiga jenis penugasan sistem informasi akuntansi, yaitu:

  1. Mendesain sistem informasi akuntansi yang baru
  2. Memeperluas sistem informasi akuntansi yang ada untuk memenuhi perluasan usaha
  3. Penyesuaian beberapa tahap atau bagian dari sistem dan prosedur yang ada.

Tugas penyusunan sistem informasi akuntansi dapat dilakukan oleh akuntan intern ataupun akuntan ekstern, kalau terlampau sering penugasan sistem dapat dilakukan oleh asisten akunatan dibawah pengawasan controller, oleh satuan pengawasan intrn (internal audit), atau oleh system man.

Untuk menyusun sistem informasi akuntansi, diperlukan bekal pengetahuan tentang:

  1. Administrasi perkantoran
  2. Sistem pengolahan data elektronik
  3. Organisasi fungsi akuntansi
  4. Prinsip dan praktek auditing.

     Pengecekan berganda transaksi akuntansi yaitu, dengan menempatkan satu orang yang menangani fisik aktifa dan satu orang lainnya atau lebih untuk menangani formulir dan pencatatannya.

Prinsip-prinsip umum dalam pelaksanaan penugasan sistem antara lain:

  1. Analisis transaksi bisnis
  2. Pencatatan transaksi kedalam formulir dan catatan yang tepat
  3. Perancangan sistem intern check
  4. Pencatatan transaksi dari formulir dikumen kedalam buku jurnal dan buku besar
  5. Perancangan laporan
  6. Pelaksanaan pemeriksaan intern dan ekstern yang berkesinambungan
  7. Penyajian laporan untuk instansi pemerintah

Organisasi adalah sekelompokm orang atau unit yang melakukan kegiatan, termasuk pengambilan keputusan secara terkoordinasi guna mencapai suatu tujuan tertentu. Pemakaian informasi akuntansi dapat dibagi kedalam dua kelompok yaitu:

  1. Kelompok internal, yaitu kelompok didalam perusahaan seperti pihak manajemen, pekerja, dan karyawan perusahaan.
  2. Kelompok eksternal, yaitu kelompok diluar perusahaan seperti pemegang saham, kreditor, dan masyarakat umum.

     Apabila dikaitkan dengan pengertian sistem, sistem informasi akuntansi memiliki dua bagian, yaitu:

  1. Daur operasional, yaitu daur mulai dari terjadinya transaksi atau kejadian-kejadian ekonomis sampai terekamnya transaksi tersebut kedalam bentuk dokumen-dokumen. Daur operasional memiliki subsistem yaitu revenue cycle, expenditure cycle, production cycle, dan finance cycle.
  2. Daur penyusunan laporan, yaitu daur yang mengubah dokumen-dokumen hasil rekaman transaksi yang berasal dari daur ooperasional menjadi laporan, baik laporan keuangan eksternal, maupun laporan manajemen yang ditukan untuk pihak internal perusahaan.

     Sistem informasi manajemen adalah sistem informasi yang bersifat menyeluruh, yang bertujuan untuk menyajikan berbagai informasi yang lebih jelas dibanding informasi akuntansi yang bersifat historis. Sesuai penjelasan diatas maka sistem informasi akuntansi merupakan subsistem dari sistem informasi manajemen.

     Tujuan utama sistem informasi akuntansi adalah menyediakan untuk mendukung manajemen dalam mengambil keputusan. Konsep yang dipegang dalam sistem informasi manajemen adalah bahwa sistem informasi manajemen adalah bahwa sistem informasi merupakan unsur yang meningkatkan nilai perusahaan. Informasi merupakan unsur daya saing yang tercermin dalam sistem pendukung keputusan (decision support system) yang terbangun didalamnya.

     Dalam melakukan proses data atau yang sering disebut manipulatif perlu melaui beberapa tahap yaitu:

  1. Pengklasifikasian data, yaitu pengelompokan transaksi dan data yang memiliki karakteristik sama.
  2. Pemilahan data, yaitu proses pemilihan data sesuai urutan untuk mempermudah pengolahan.
  3. Penghitungan, yaitu kegiatan mencakup operasi matematis yang dilakukan terhadap data yang sudah diklasifikasikan dan dipilah.
  4. Pengikhtisaran, yaitu proses penyajian hasil olahan data kedalam bentuk laporan-laporan yang bermakna, ringkas, dan efektif.

Dalam aktifitas output tercakup beberapa operasi sebagai berikut:

  1. Komunikasi, yaitu penyampaian informasi dari pihak satu kepihak lain dan bisa bersifat timbal-balik.
  2. Penyimpangan, yaitu operasi penempatan data kedalam file-file untuk referensi apabila suatu saat diperlukan.
  3. Penarikan informasi, yaitu kegiatan pengambilan data yang disimpan pada saat diperlukan.
  4. Reproduksi, yaitu kegiatan menggandakan atau menyalin data untuk keperluan lain.

     Untuk menopang terbentuknya kualitas informasi yang baik, ada beberapa atribut yang perlu diperhitungkan, yaitu;

  1. Kecermatan (accuracy), yaitu perbandingan terhadap informasi yang benar terhadap total informasi yang dihasilkan pada satu periode.
  2. Penyajian tepat waktu (timeliness), yaitumenyajikan informasi pada saat transaksi terjadi atau pada saat informasi tersebut dibutuhkan, yang mampu menutup peluang bagi pesaing untuk mengambil keputusan yang baik dan lebih cepat.
  3. Kelengkapan (completeness), yaitu adanya relevansi antara informasi dan penggunanya.
  4. Ringkas (conciseness), yaitu informasi yang disajikan telah diikhtisarkan sesuai kebutuhan pengguna dan bidang-bidang yang menjadi fokus utama.

     Dalam sistem informasi manual tradisional, ternyata banyak ditemui kualitas informasi yang tidak seimbang dengan kebutuhan manajemen karena memiliki kelemahan, kelemahan tersebut adalah kesulitan untuk menangani beban kerja yang semakin besar, ketidakmampuan untuk memasok informasi yang akurat, ketidakmampuan untuk memasok informasi yang tepat waktunya, dan kenaikan biaya. Namun demikian nilai nyata biaya tidak berlaku konstan, misalnya seperti setiap terjadi kenaikan tingkat biaya klerikal atau ada penemuan perangkat lunak baru yang lebih efisien.

     Evolusi sistem pengolahan data pada umumnya dapat dikatakan telah melalui tiga tahap evolusi, yaitu:

  1. Manual
  2. Manual dengan bantuan mesin
  3. Pengolahan data elektronis

     Sistem manual perlu diganti dengan sistem pengolahan data elektronis jika dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya: tidak mampu menangani beban kerja yang terlalu besar, tidak mampu memasok informasi yang akurat, tidak mampu memasok informasi yang tepat waktu, dan biayanya terlalu timggi dan tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

Iklan

2 thoughts on “SIstem Informasi Akuntansi (SIA) “PENGERTIAN SISTEM”

Tinggalkan komentar anda . . . . . !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s