PERJUANGAN LULUS UN DAN MERAIH BEASISWA SARJANA (S1)

images

Sumber gambar : http://www.google.com

          Membahagiakan orangtua adalah impian seluruh anak Indonesia termasuk saya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal itu, sebagai seorang pelajar salah satunya adalah menjadi murid berprestasi disekolah. Pada dsarnya berprestasi bukan hanya dari segi akademik saja, non akademik juga merupakan suatu prestasi tersediri yang mampu meluluhkan dan membuat hati mereka (orantua) bahagia, mungkin itulah yang diharapkan oleh bapak ibuku saat aku baru lulus dari bangku MTs (setara SMP).

Latar belakang keluarga religius yang kurang ditunjang pendidikan formal menuntutku harus berusaha keras membujuk orangtua untuk mengijinkan aku melanjutkan ke jengjang pendidikan SMA, tidak semudah kebanyakan anak pada umumnya yang saat lulus SMP langsung punya tujuan dan mendaftar disekolah yang mereka impikan sejak lama.

Dilain sisi saya juga sadar bahwa bapak dan ibu hanyalah tukang becak dan buruh tani yang berpenghasilah tak menentu, membuat mereka merasa berat jika harus membiayai pendidikanku yang lebih tinggi. Sebagai anak terkahir dari empat bersadara saya sangat merasa beruntung bisa mengenyam bangku pendidikan yang lebih tinggi diantara yang lainnya, sebab merea hanya mengenyam bangku Sekolah Dasar saja, apalagi kedua orangtua yang keduanya tidak bisa sekolah sampai tamat dari bangku Sekolah Dasar karena terkendala biaya.

Waktu terus berlalu, siang berganti malam, pagi berganti sore, detik demi detik juga telah saya lalui, shingga tiba saatnya musim pendaftaran siswa baru tinggak SMA sudah tiada, namun saya tak bisa berbuat apa-apa tatkala kedua orangtua tak mengijinkan untuk lanjut sekolah kejenjang SMA. Berusaha dengan segala cara seakan sudah saya lakukan akan mereka bersedia dan merestui saya untuk bisa sekolah lagi dan menuntut ilmu layaknya anak-anak lain di Indonesia.

Karena aku tahumencari ilmu bukan hanya dari sekolah oleh sebab itu hari-hari saya isi dengan mengaji di pesantren bersama banyak santri. Entah dapat ide darimana suatu malam setelah mengaji bersamateman-teman saya punya inisiatif dan ide agar orantua bersedia menyekolahkanku dibangku SMA meskipun hanya sekolah swasta.

Sebulan lebih dari awal munculnya ide tersebut orantuaku mulai gelisah, melihat anaknya yang sekarang tidak seperti biasanya, sampai akhirnya suatu hari bapak bertanya tegas kepadaku, walaupun sebenarnya itu bukan pertama kalinya orantua menegurku. “Rijalus, kenapa sebulan lebih kamu habis sholat makan masuk kamar lagi? Bapak lihat kamu juga tidak lagi berangkat ke pesantren.”. Dengan singkat saya menjawab “Pak, Rijalus mau ke pesantren lagi kalau diijinin sekolah lagi”. Dengan berbagai pertimbangan beberapa hari kemudian Bapak memberiku uang sebesar Rp. 20.000,- yang saat itu (2007) alhamdlulillah cukup untuk mendaftar disekolah swasta yang baru berdiri selama 7 tahun. Sebut saja SMK PLUS AL MUJAHIDI Gumukmas Jember. Bukan hanya itu, kedua orangtuaku juga memberiku beberapa catatan yang harus saya turuti selama masih mau lanjut sekolah, diantaranya :

  1. Rajin ke pesantren,
  2. Tidak ada uang saku setiap hari,
  3. Bersedia memakai sepeda yang dibeli sejak kelas V SD selagi masih bisa digunakan kesekolah
  4. Tidak meminta seragam baru (karena seragam MTs warnanya hampir sama dengan seragam SMK).

 Tanpa penuh pertimbangan sayapun mengiyakan semua persyaratan yang diberikan oleh bapak dan ibu, asalkan aku bisa melanjutkan kejengjang bangku SMA. Dilain sisi sebagai sekolah swasta yang notabennya saat itu masih membutuhkan siswa, ditengah berjalannya proses belajar mengajar semua masih bisa mendaftar selama belum terlaksananya Ujian Tengah Semester (UTS), itulah sebabnya saya masih bisa bersekolah ditahun yang sama setelah saya lulus MTs tanpa harus menunggu tahun berikutnya. Rasa syukur penuh rahu yang saya rasakan tatkala mendengar restu dari orantua. Alhamdlulillahirobbilalamin

 

HARI PERTAMA MASUK SMK

Sebagai siswa baru yang masuk ditengah proses berjalnnya kurikulum membuat saya harus belajar lebih giat untuk mengejar tertinggalnya pelajaran yan telah berlalu. Bukan tanpa sebab jika mulai saat itu tiada waktu yang terbuang tersia-sia selain untuk belajar dan belajar. Tepat Tanggal 21 Agustus 2007 hari pertama saya masuk SMK yang langsung bertemu dengan ulangan Akuntansi, Hemzzzzz. Kebayang kan seperti apa kejadiannya, meski demikian saya nggak mau kalah dong dengan siswa lainnya. Yahhh meskipun akhirnya tetep belum bisa juga. Hehehehe

Bersambung …. !!!

Iklan

Tinggalkan komentar anda . . . . . !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s