Praktisi VS Akademisi

Ak

Sumber Gambar : Google.com

Tidak sedikit manusia yang melaksanakan pekerjaan dengan rasa berat hati, entah karena terpaksa, bukan passion, maupun karena tekanan lainnya, Hal ini terkadang yang membuat setiap orang memilih dan metutuskan untuk menjadi Akademisi ataupun sebagai Praktisi.
Tiga tahun bekerja sebagai Accounting disalah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia sebut saja PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery), tidak mampu membuat saya merasa nyaman dengan keadaan yang ada, karena pada akhirnya kini saya memilih resign dan menjadi sebagai Akademisi pada sebuah perguruan Tinggi Swasta di Kota Lumajang, Jawa Timur Sebut saja STIE Widya Gama, sebagai dosen Program Studi Akuntansi Strata 1.
Meskipun pada hakikatnya imbalan yang diterima saat menjadi akademisi saat ini tidak sebanyak ketika mejadi praktisi saya justru merasa nyaman dan puas karena memang menjadi seorang pengajar adalah passion bagi saya.
Intinya setiap orang mempunyai keputusan dan passion masing-masing dalam menentukan apakah harus menjadi akademisi ataupun sebagai praktis, tidak ada yang salah dalam menentukan setiap pilihan, yang pasti semua harus dijalankan dengan hati yang ikhlas dan mampu membuat masing-masing individu merasa nyaman aman dan dapat merasa puas atas output yang dihasilkan.

Bersambung….!!

Iklan

Tinggalkan komentar anda . . . . . !!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s